Politica News – Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, menyerukan deeskalasi ketegangan di Selat Hormuz. Menurutnya, pendekatan militer semata tidak akan menyelesaikan krisis yang ada. Solusi maritim yang praktis dan diplomasi intensif menjadi kunci utama.
Dominguez menyampaikan pernyataan ini dalam pertemuan virtual yang dihadiri oleh menteri luar negeri dari lebih 40 negara, yang diselenggarakan oleh Inggris. Ia menekankan perlunya dukungan diplomatik untuk mengevakuasi sekitar 20.000 pelaut yang terdampar di Teluk Persia, serta pembentukan koridor kemanusiaan.

"Respons yang terfragmentasi tidak lagi memadai. Keterlibatan diplomatik, solusi netral, dan tindakan internasional terkoordinasi sangat dibutuhkan," tegas Dominguez. IMO sendiri tengah mengajukan kerangka evakuasi maritim yang mengedepankan kerja sama antar negara, jaminan keamanan, dan koordinasi operasional.

Related Post
Sejak konflik pecah pada 28 Februari, IMO mencatat 21 serangan terhadap kapal komersial, mengakibatkan 10 pelaut tewas dan sejumlah lainnya terluka. IMO telah mengambil langkah-langkah penting, termasuk diskusi dengan negara-negara terkait jalur aman evakuasi, melibatkan negara regional untuk mengamankan jalur pasokan, dan meningkatkan koordinasi dengan mitra industri.
IMO juga memperkuat pengumpulan data insiden maritim dan berkontribusi pada gugus tugas khusus PBB untuk Selat Hormuz, yang bertujuan menangani kebutuhan kemanusiaan. Dominguez menekankan bahwa solusi damai dan terkoordinasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi krisis di Selat Hormuz dan melindungi keselamatan para pelaut. Informasi ini dilansir dari politicanews.id.








Tinggalkan komentar