Politica News – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memberikan apresiasi tinggi kepada platform digital X (sebelumnya Twitter) dan Bigo Live atas respons positif dan kepatuhan mereka terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Jumat (27/3).
Menurut Meutya, langkah konkret yang diambil X dan Bigo Live menunjukkan keseriusan mereka dalam melindungi anak-anak di dunia maya. "Kami mengapresiasi platform yang bersikap kooperatif penuh dalam memenuhi kewajiban kepatuhan, yaitu X dan Bigo Live," ujarnya. Kepatuhan ini bukan hanya sebatas janji, tetapi telah diimplementasikan melalui penyesuaian sistem dan kebijakan yang nyata.

X telah mengubah batas usia minimum penggunanya menjadi 16 tahun dan berencana menonaktifkan akun pengguna di bawah usia tersebut mulai 28 Maret 2026. Sementara itu, Bigo Live telah menaikkan batas usia minimum menjadi 18 tahun dan memperkuat sistem perlindungan dengan moderasi berlapis yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan pengawasan manusia.

Related Post
Menkomdigi menegaskan bahwa kepatuhan X dan Bigo Live membuktikan platform digital global mampu memenuhi regulasi Indonesia dengan cepat dan bertanggung jawab. Pemerintah menginstruksikan semua platform digital yang beroperasi di Indonesia untuk segera menyesuaikan produk dan layanan mereka dengan peraturan yang berlaku. "Saya tegaskan tidak ada kompromi dalam hal kepatuhan untuk dapat beroperasi di Indonesia. Tidak boleh ada kompromi," tegas Meutya.
Pemerintah menekankan bahwa kepatuhan yang ditunjukkan oleh X dan Bigo Live harus menjadi standar minimum bagi platform lain. Pemantauan harian akan terus dilakukan untuk memastikan komitmen platform diwujudkan dalam tindakan nyata. Bagi platform yang belum patuh, pemerintah telah menyiapkan langkah eskalasi dan tidak akan ragu mengambil tindakan administratif tegas demi keamanan dan kenyamanan anak-anak di ruang digital Indonesia.










Tinggalkan komentar