Politica News – Dampak banjir bandang yang melanda Desa Babo, Aceh Tamiang, pada November 2025 lalu, memaksa sebagian besar warganya untuk mengubah mata pencaharian. Kini, banyak dari mereka beralih profesi menjadi buruh kayu, memanfaatkan sisa-sisa kayu gelondongan yang terbawa banjir untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Khairi Ramadhan, Kepala Desa Babo, mengungkapkan bahwa sebelumnya, mayoritas warganya bekerja di perkebunan sawit, baik milik pribadi maupun perusahaan. Namun, banjir dahsyat telah menghancurkan lahan-lahan sawit tersebut, membuat mereka kehilangan mata pencaharian utama. "Banyak warga sekarang kerja belah kayu, angkat kayu, jadi buruh kayu gelondongan bekas banjir," ujarnya saat ditemui politicanews.id, Selasa.

Para buruh kayu ini tidak hanya mengumpulkan kayu-kayu sisa banjir di desa mereka sendiri. Mereka juga terlibat dalam proses bongkar muat kayu gelondongan yang dihanyutkan dari desa-desa lain melalui pelabuhan Desa Babo. "Kebetulan pelabuhan kami aktif jadi kayu-kayu gelondongan dari atas (desa-desa lain) dihanyutkan ke sini untuk bongkar muat dari sini," jelas Khairi.

Related Post
Kayu-kayu bekas banjir ini kemudian dibelah dan dijual kepada warga setempat untuk pembangunan rumah atau tempat usaha. Sebagian lainnya disalurkan ke pabrik-pabrik di Medan, Sumatera Utara, yang telah memesan sebelumnya.
Keputusan warga untuk beralih profesi ini diambil sebagai langkah bertahan hidup, mengingat tidak adanya lagi lahan sawit yang bisa digarap. Mereka harus mencari sumber pendapatan alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, warga Desa Babo tengah berjuang untuk memulihkan perekonomian yang lumpuh akibat banjir. Selain menjadi buruh kayu, sebagian warga juga mencoba menghidupkan kembali usaha kecil menengah, seperti berjualan sembako, makanan, dan takjil.
"Memang masih banyak warga yang mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka tetapi banyak juga yang mulai menghidupkan lagi usaha ekonomi mereka," pungkas Khairi. Kondisi ini menunjukkan semangat pantang menyerah warga Desa Babo dalam menghadapi kesulitan pasca bencana.










Tinggalkan komentar