Harga Ayam Terkendali Jelang Lebaran? Ini Kata Pemerintah!

Harga Ayam Terkendali Jelang Lebaran? Ini Kata Pemerintah!

Politica News – Pemerintah bergerak cepat memastikan harga dan stok daging ayam ras tetap stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah-langkah strategis seperti penguatan pasokan, pemantauan distribusi yang ketat, serta koordinasi lintas sektor terus diintensifkan demi menjaga stabilitas pangan nasional.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti peran perantara yang berpotensi mempermainkan harga daging ayam ras. Ia meminta Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk segera memetakan wilayah yang mengalami kenaikan harga dan mengidentifikasi akar masalahnya. "Kenaikan harga ini seringkali terjadi bukan di tingkat peternak, melainkan saat distribusi oleh pihak perantara," ujarnya.

 Harga Ayam Terkendali Jelang Lebaran? Ini Kata Pemerintah!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Meski demikian, Mendagri mengapresiasi tren positif yang mulai terlihat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya koreksi harga daging ayam ras. Pada pekan pertama Maret, jumlah daerah dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menurun menjadi 176 kabupaten/kota, lebih rendah dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Sebaliknya, daerah yang mengalami penurunan IPH justru meningkat.

COLLABMEDIANET

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik middleman yang merugikan. "Tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang menyebabkan anomali harga di tengah kecukupan produksi nasional," tegas Amran. Ia memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar harga acuan yang telah ditetapkan.

Dari sisi pasokan, pemerintah menjamin ketersediaan daging ayam ras nasional dalam kondisi aman. Proyeksi Neraca Pangan per 5 Maret menunjukkan surplus stok hingga akhir Maret diperkirakan mencapai 591,3 ribu ton.

Pemerintah merespons cepat isu inflasi yang disebabkan oleh dinamika harga daging ayam ras. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan harus mematuhi ketentuan harga, mulai dari hulu hingga hilir rantai pasok.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah melakukan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Melalui program ini, masyarakat dapat membeli daging ayam beku berkualitas premium dengan harga acuan Rp40.000 per kilogram. Program GPM ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri. Informasi lokasi GPM dapat diakses melalui tautan bit.ly/gpmdagingayam2026.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar