Politica News – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin gencar memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan instrumen pembiayaan syariah. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan langkah ini sebagai strategi utama menjadikan NTB sebagai pusat ekonomi syariah nasional yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini disampaikan dalam forum Economic Talk di Mataram, NTB, Senin (tanggal berita).
Iqbal menekankan bahwa pembiayaan syariah akan menjadi kunci untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing, berkualitas, dan memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat lokal. NTB kini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi lebih menekankan pada peningkatan kesadaran wisatawan untuk menghargai nilai-nilai lokal, budaya, dan kelestarian lingkungan.

"Pemprov NTB mengusung konsep pariwisata berdaya yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan setiap destinasi, terlebih untuk mengembangkan ekosistem pariwisata di daerah," ujar Iqbal. Ia berharap optimalisasi pembiayaan syariah dapat memperkuat permodalan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga ekosistem pariwisata dapat tumbuh secara inklusif di Nusa Tenggara Barat.

Related Post
Selain penguatan pembiayaan, Pemprov NTB juga mendorong konektivitas antara sektor pariwisata dan budaya agar berkembang secara seimbang dan saling mendukung dalam membangun identitas destinasi. Proyek pembenahan destinasi wisata terus dikebut untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan. Bahkan, fondasi konektivitas internasional juga mulai dibangun sebagai langkah strategis membuka akses global.
"Dalam waktu dekat NTB memiliki enam penerbangan baru langsung, termasuk rute menuju Darwin dan Bangkok," pungkas Iqbal. Ia meyakini bahwa dukungan pembiayaan syariah dan konektivitas yang baik dapat memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga tetap memiliki identitas lokal yang kuat.
Bank NTB Syariah, sebagai badan usaha milik daerah, mendukung penuh langkah Pemprov NTB dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui pengembangan pembiayaan syariah. Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menyatakan pihaknya fokus memperkuat ekosistem desa wisata di Nusa Tenggara Barat.
"Fokus utama tahun ini memperkuat ekosistem desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif melalui skema pembiayaan yang inklusif dan kompetitif," kata Agus. Dalam pengembangan desa wisata, perbankan tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai pengelola sistem transaksi yang terintegrasi.
Seluruh aktivitas ekonomi di dalam desa wisata diarahkan melalui sistem perbankan mulai dari penjualan tiket masuk, pembayaran homestay, pembelian suvenir, layanan restoran, hingga jasa pemandu wisata. Digitalisasi melalui tiket elektronik dan sistem pembayaran non-tunai juga menjadi instrumen utama.
"Tujuannya agar transaksi tidak bocor ke luar desa, melainkan tetap berputar dalam satu ekosistem keuangan yang terkontrol," pungkas Agus. Dengan langkah ini, NTB optimis dapat mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.










Tinggalkan komentar