Politica News – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, mengungkapkan tantangan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Papua. Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menjadi fokus perhatian dalam upaya menjamin kelancaran program ini.
Nurworo Danang menjelaskan bahwa pembangunan SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), khususnya di daerah pegunungan Papua Tengah, memerlukan koordinasi intensif dengan aparat setempat, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Polri berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di wilayah terpencil, sepanjang kondisi memungkinkan pembangunan SPPG.

Dalam peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri telah memiliki ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jutaan orang dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Related Post
Sebanyak 33 SPPG di antaranya dibangun di wilayah 3T. Khusus di Papua, Polri bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan survei untuk menentukan lokasi pembangunan SPPG di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah. Langkah ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung pemerataan akses layanan pemenuhan gizi hingga ke pelosok daerah, memastikan manfaat program MBG dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa.










Tinggalkan komentar