Politica News – Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengisyaratkan kemungkinan penempatan pasukan asing di Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai dengan Rusia. Pernyataan ini disampaikan Rutte saat berpidato di parlemen Ukraina, Selasa lalu, yang menyebutkan bahwa beberapa negara sekutu Eropa telah menyatakan niat untuk mengirimkan pasukan darat, jet tempur, dan kapal perang ke Ukraina.
Rencana ini mengemuka setelah pertemuan "koalisi sukarela" di Paris pada 6 Januari lalu, yang membahas jaminan keamanan bagi Ukraina, termasuk pembentukan pasukan multinasional. Para pemimpin Eropa yang hadir menegaskan komitmen untuk melanjutkan dukungan militer jangka panjang bagi Kiev, serta menandatangani deklarasi yang menyatakan niat untuk mengirim pasukan jika kesepakatan damai tercapai.

Namun, pidato Rutte di parlemen Ukraina diwarnai dengan pemandangan kurang menggembirakan. Rekaman yang disiarkan oleh Rada TV Ukraina menunjukkan kursi-kursi yang sebagian besar kosong, dengan hanya sedikit anggota parlemen yang hadir. Kondisi ini mencerminkan tantangan internal yang dihadapi Ukraina, di mana jumlah legislator terus menyusut. Pada Januari lalu, parlemen Ukraina mencatat rekor terburuk dengan hanya 393 deputi yang aktif dari 450 yang seharusnya.

Related Post
Wacana penempatan pasukan NATO di Ukraina pasca-damai ini tentu akan menjadi sorotan utama dalam dinamika politik dan keamanan Eropa. Langkah ini berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Rusia, namun juga dapat memberikan jaminan keamanan yang lebih kuat bagi Ukraina. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada negosiasi damai yang sedang berlangsung dan kesepakatan yang berhasil dicapai.










Tinggalkan komentar