Babi Kutil Terancam Punah? Kemenhut Bergerak!

Babi Kutil Terancam Punah? Kemenhut Bergerak!

Politica News – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menunjukkan komitmennya dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dengan mendukung penuh upaya konservasi dua spesies babi kutil endemik, yaitu babi kutil Jawa (Sus verrucosus) dan babi kutil Bawean (Sus blouchi). Kedua spesies ini menghadapi ancaman serius terhadap populasi dan habitatnya.

Ahmad Munawir, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE Kemenhut, menyatakan kesiapan lembaganya untuk memfasilitasi upaya pelestarian kedua spesies babi tersebut. "Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi, serta merumuskan program jangka panjang untuk memastikan kelestarian babi kutil Jawa dan Bawean," ujarnya di Pasuruan, Senin.

 Babi Kutil Terancam Punah? Kemenhut Bergerak!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Kemenhut dalam forum global Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) untuk menghentikan dan memulihkan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030. Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) akan disusun melalui pengumpulan ilmu, solusi, dan langkah konkret.

COLLABMEDIANET

Upaya yang diinisiasi oleh Wild Pig Specialist Group (WPSG) di bawah IUCN bersama PKBSI diharapkan dapat memulihkan populasi kedua jenis babi ini demi kelestarian alam di masa depan.

Ketua WPSG, Dr. Johanna Rode-White, mengakui bahwa babi liar sering dianggap sebagai hama karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kerangka kerja konkret yang meningkatkan status kedua jenis babi tersebut menjadi hewan yang dilindungi secara hukum.

"Konservasi satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia bukanlah hal mudah, apalagi dengan karisma yang tidak sepopuler harimau. Namun, ini adalah tanggung jawab kita bersama demi melestarikan alam," tegas Johanna. Dukungan Kemenhut menjadi angin segar bagi upaya konservasi babi kutil di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar