Jantung Berdebar Tak Karuan? Waspadai Fibrilasi Atrium!

Jantung Berdebar Tak Karuan? Waspadai Fibrilasi Atrium!

Politica News – Fibrilasi atrium (FA) adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur dan seringkali sangat cepat. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan impuls listrik di serambi jantung (atrium), menyebabkan kontraksi yang tidak terkoordinasi dan aliran darah ke bilik (ventrikel) menjadi tidak efisien.

Menurut Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, FA menyebabkan atrium bergetar atau berfibrilasi, bukan berkontraksi secara efektif. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menambahkan bahwa gejala umum FA meliputi detak jantung tidak teratur, palpitasi (jantung berdebar kencang), kelelahan ekstrem, pusing, dan sesak napas.

Jantung Berdebar Tak Karuan? Waspadai Fibrilasi Atrium!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Ironisnya, gejala FA seringkali samar atau bahkan tidak terasa sama sekali. Diperkirakan 30-60% penderita FA tidak menunjukkan gejala awal, sehingga banyak kasus terdeteksi secara kebetulan melalui pemeriksaan denyut nadi atau elektrokardiografi (EKG). Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai potensi gejala dan melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.

COLLABMEDIANET

Penyebab FA sangat kompleks, melibatkan faktor struktural, elektrik, dan metabolik. Hipertensi, penyakit arteri koroner, dan kelainan katup jantung dapat memicu gangguan listrik yang menyebabkan jantung berdetak cepat dan tidak terkoordinasi. Selain itu, faktor sistemik dan gaya hidup seperti apnea tidur, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, dan masalah tiroid juga berperan penting.

United States National Heart, Lung, and Blood Institute menjelaskan bahwa perubahan pada jaringan jantung dan sinyal listrik akibat penuaan, tekanan darah tinggi, atau riwayat penyakit jantung sebelumnya merupakan penyebab umum FA. Apnea tidur, faktor genetik, dan peradangan juga dapat meningkatkan risiko. Gaya hidup juga dapat memicu episode FA, seperti lonjakan konsumsi kafein atau alkohol, dehidrasi, stres, dan penggunaan obat-obatan stimulan.

FA meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Detak jantung yang tidak teratur menyebabkan darah mengumpul di atrium, terutama di apendiks atrium kiri, meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah. Jika bekuan darah ini terlepas dan bergerak ke otak, dapat menyebabkan stroke iskemik dengan defisit neurologis mendadak. American Heart Association menyatakan bahwa penderita FA memiliki risiko stroke lima kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan ini. Lebih lanjut, stroke akibat FA cenderung lebih parah dan melumpuhkan.

Penanganan FA tidak hanya berfokus pada pengendalian irama jantung, tetapi juga pada pencegahan komplikasi jangka panjang seperti stroke dan gagal jantung. Perawatan yang efektif melibatkan kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup untuk mengurangi gejala, melindungi jantung, dan meningkatkan kualitas hidup penderita FA. Konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar