Politica News – Kota Kediri, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui momentum panen raya yang masif, pemerintah daerah ini menegaskan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan, sebuah visi besar yang diusung oleh pemerintah pusat.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya saat panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring, menekankan pentingnya menjaga sektor vital ini. "Kita patut mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional dan kemandirian bangsa," ujar Vinanda, menggarisbawahi urgensi strategis program ini di hadapan publik politicanews.id.

Meskipun menyandang status sebagai daerah perkotaan dengan tantangan keterbatasan lahan, Kediri tidak lantas menyerah pada keterbatasan. Vinanda menjelaskan bahwa makna swasembada pangan bagi Kota Kediri melampaui sekadar angka produksi. Ini adalah tentang membangun sistem pangan yang kokoh dan menyeluruh: memastikan ketersediaan yang memadai, keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat, stabilitas pasokan, serta akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan. Ini adalah pendekatan humanis yang menempatkan kebutuhan dasar warga sebagai prioritas utama.

Related Post
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkot Kediri telah melancarkan berbagai inisiatif konkret. Optimalisasi lahan pertanian yang tersisa terus didorong, diiringi dengan penguatan pendampingan intensif bagi para petani lokal. Tak hanya itu, ketersediaan sarana produksi pertanian, termasuk fasilitasi penyerapan pupuk bersubsidi, menjadi fokus utama. Tercatat, pada tahun 2025, 99 persen usulan alokasi pupuk berhasil terserap dan dimanfaatkan oleh petani. Proyeksi panen pun menjanjikan: bulan Januari 2025 diproyeksikan 33 hektare padi, Februari 57 hektare, dan puncaknya Maret 2025 dengan 138 hektare padi. Untuk jagung, Januari 2025 mencapai 42 hektare, Februari 25 hektare, dan Maret 29 hektare, melanjutkan capaian puncak pada Desember 2025 sekitar 142 hektare.
Lebih jauh, Pemkot Kediri juga memperkuat ketahanan pangan di ranah perkotaan. Pengelolaan cadangan pangan daerah dioptimalkan, pengembangan pekarangan pangan lestari digalakkan di lingkungan permukiman, dan peran aktif dalam menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga pangan bagi masyarakat terus diintensifkan. Langkah-langkah ini menunjukkan kesadaran bahwa pangan adalah hak dasar yang harus dijamin ketersediaannya hingga ke meja makan setiap keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Vinanda tak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani di Kota Kediri. "Atas seluruh dedikasi serta kontribusi dalam menghidupkan ekosistem ketahanan pangan di Kota Kediri," katanya, mengakui peran vital para pahlawan pangan. Ia menambahkan, "Kami meyakini bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh distribusi yang adil dan keterjangkauan harga." Sebuah pesan yang menyentuh hati, mengingatkan bahwa kerja keras di ladang harus berujung pada kesejahteraan bersama.
Mbak Wali, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus bersinergi, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pemkot Kediri menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan nasional swasembada pangan dengan pendekatan adaptif sesuai karakter daerah, sembari memastikan bahwa setiap langkah ketahanan pangan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ini adalah janji politik yang berpihak pada rakyat.










Tinggalkan komentar