politicanews.id – Pemerintah terus tancap gas dalam mewujudkan impian masyarakat memiliki hunian layak melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Hingga akhir Oktober 2026, total dana yang telah tersalurkan untuk program ini menembus angka fantastis yakni Rp29,1 triliun. Langkah masif ini menjadi bagian krusial dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 3 juta rumah bagi rakyat.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), terdapat dinamika menarik antara permintaan dan ketersediaan dana. Tercatat, minat masyarakat atau sisi permintaan mencapai Rp19,13 triliun, sementara sisi penyediaan dana baru menyentuh Rp10,03 triliun. Hingga saat ini, sebanyak 119.790 debitur telah memanfaatkan fasilitas ini untuk mempermudah akses kepemilikan rumah.

Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan bahwa kunci keberhasilan program nasional ini terletak pada keterlibatan sektor perbankan yang lebih luas. Ia mendorong agar bank swasta dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak hanya mengandalkan bank milik negara (Himbara) dalam menyalurkan KUR Perumahan. Menurutnya, perluasan partisipasi bank sangat vital untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional secara menyeluruh.

Related Post
Salah satu fokus utama pemerintah adalah memberikan fleksibilitas pembiayaan bagi kelompok pekerja informal. Kelompok seperti pedagang, pengemudi ojek online, hingga pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rumah sendiri melalui skema ini. Hal ini bertujuan agar angka kekurangan kebutuhan rumah atau backlog di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.
Menjelang akhir tahun anggaran 2026, pemerintah berkomitmen mempercepat penyaluran KUR Perumahan serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi melalui skema FLPP. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perbankan, dan pengembang, target besar penyediaan hunian terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat tercapai tepat waktu.










Tinggalkan komentar