politicanews.id – Warga Desa Dawuhan di Kabupaten Cilacap tengah dilanda kegembiraan luar biasa setelah menemukan cara cerdas mengubah limbah dapur menjadi pundi-pundi rupiah. Melalui inisiatif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP, minyak goreng bekas yang biasanya dibuang sembarangan kini memiliki nilai ekonomi tinggi yang siap menambah uang belanja rumah tangga.
Program kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan PT Pertamina Patra Niaga ini mengubah paradigma masyarakat terhadap minyak jelantah. Alih-alih mencemari lingkungan, sisa minyak goreng tersebut kini dikumpulkan untuk diolah menjadi energi masa depan yang ramah lingkungan seperti bioavtur dan green gasoline.

Samini salah satu warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Jika sebelumnya ia hanya memanfaatkan minyak bekas untuk membuat lilin darurat saat mati lampu, kini ia lebih bersemangat mengumpulkan setiap tetes jelantah karena bisa langsung ditukarkan dengan uang tunai. Hal senada diungkapkan oleh Yati yang merasa program ini menjadi edukasi penting bagi ibu rumah tangga agar tidak lagi menggunakan minyak goreng berulang kali demi kesehatan keluarga.

Related Post
Antusiasme warga ternyata tidak main-main. Ketua KDKMP Dawuhan Suparjo mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat sangat masif sejak sosialisasi dilakukan. Jika warga rumah tangga mampu menyetorkan sekitar setengah liter per minggu, para pelaku UMKM kuliner bahkan mampu menyetor hingga puluhan liter minyak jelantah dalam satu pekan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa. Selain memberikan keuntungan finansial secara langsung bagi masyarakat, gerakan ini menjadi solusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman limbah domestik yang merusak ekosistem.








Tinggalkan komentar