politicanews.id – Kabupaten Banyuwangi kini tengah bersiap melakukan ekspansi besar ke benua Afrika. Langkah strategis ini diambil setelah delegasi bisnis dari Nigeria melakukan kunjungan langsung untuk membedah potensi kekayaan alam di ujung timur Pulau Jawa tersebut. Fokus utama mereka adalah menjajaki peluang kerja sama di sektor pertanian yang selama ini menjadi primadona daerah tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan selama dua hari, para pengusaha asal Nigeria ini menyambangi berbagai titik produksi unggulan. Mulai dari aroma khas kopi di Perkebunan Alas Malang, manisnya buah naga di Purwoharjo, hingga kualitas beras organik dan industri gula Glenmore menjadi pusat perhatian. Ketertarikan mereka tidak hanya berhenti pada produk, tetapi juga pada sistem pengelolaan sampah modern yang diterapkan di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan bahwa momentum ini merupakan peluang emas bagi para pelaku UMKM lokal untuk menembus pasar internasional. Menariknya, pihak Nigeria bahkan memberikan tawaran agar pelaku usaha Banyuwangi datang langsung ke sana guna membantu pengembangan komoditas kopi dan buah naga di negara mereka.

Related Post
President Nigerian Indonesian Chamber of Commerce and Industry (NICCI) Ishmael Balogun menegaskan bahwa Nigeria merupakan mitra dagang utama Indonesia di Afrika. Saat ini berbagai produk seperti kebutuhan pokok, pakaian, hingga farmasi sudah mulai merambah pasar Nigeria. Melalui kunjungan ini, mereka ingin membuka koridor perdagangan baru yang lebih luas, mencakup sektor perikanan hingga pariwisata.
Selain perdagangan komoditas, kerja sama ini diproyeksikan akan menyentuh aspek transfer teknologi. Nigeria sangat tertarik untuk mempelajari modernisasi pertanian dari Banyuwangi, pengembangan budidaya perikanan, hingga peluang investasi pada sektor energi bersih yang ramah lingkungan.








Tinggalkan komentar