politicanews.id – Gerakan buruh di Jakarta dipastikan tidak akan memadati Bundaran Hotel Indonesia pada Rabu 28 Oktober mendatang. Keputusan mengejutkan ini datang dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di bawah kepemimpinan Andi Gani Nena Wea bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).
Alih-alih turun ke jalan, para pekerja justru memilih strategi berbeda dengan memusatkan seluruh energi untuk mengawal proses penyusunan Peraturan Pemerintah (PP). Langkah strategis ini diambil guna memastikan aturan turunan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan benar-benar berpihak pada kepentingan buruh saat diimplementasikan nanti.

Andi Gani menegaskan bahwa fokus pada substansi regulasi jauh lebih krusial saat ini demi menjamin perlindungan pekerja yang optimal. Meski tidak mengerahkan massa, ia tetap memberikan dukungan moral terhadap hak demokrasi masyarakat sipil dan mahasiswa yang berencana menggelar aksi unjuk rasa.

Related Post
Mengingat aksi tersebut bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, Andi Gani mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga ketertiban. Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk memicu kericuhan atau merusak fasilitas umum.
Belajar dari keberhasilan aksi besar pada September lalu, Andi Gani meyakini bahwa penyampaian aspirasi yang tertib justru lebih efektif dalam membuahkan hasil nyata. Baginya, perjuangan buruh telah membuktikan bahwa tekanan yang terukur mampu mendorong pemerintah mengakomodasi tuntutan dalam undang-undang.






Tinggalkan komentar