politicanews.id – Misteri lonjakan harga telur ayam yang mencekik kantong masyarakat akhirnya menemui titik terang. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa harga telur di tingkat konsumen mulai melandai setelah pemerintah bergerak cepat melakukan tindakan tegas terhadap praktik distribusi yang tidak wajar.
Langkah berani diambil pemerintah dengan menggandeng Polri untuk menyisir anomali distribusi yang selama ini merugikan peternak sekaligus membebani rakyat. Amran menyebutkan bahwa koordinasi dengan Kabareskrim membuahkan hasil nyata, di mana harga di pasar mulai menunjukkan tren penurunan sesaat setelah penindakan dilakukan.

Selama ini terjadi ketimpangan yang sangat tidak masuk akal di lapangan. Meski stok telur melimpah bahkan hingga diekspor, harga di tingkat peternak justru terpuruk di angka Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Ironisnya, saat sampai ke tangan konsumen, harganya melonjak tajam hingga menyentuh Rp45.000 per kilogram, jauh melampaui harga eceran tertinggi yang seharusnya.

Related Post
Untuk memutus rantai permainan ini, pemerintah tidak hanya fokus pada pengawasan distribusi tetapi juga menyentuh akar masalah yaitu biaya produksi. Salah satu strategi jitu adalah dengan menyalurkan bahan baku pakan seperti bungkil kedelai langsung ke peternak dengan harga subsidi sebesar Rp8.630 per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp12.000.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga tengah menyiapkan gebrakan besar dengan membangun pabrik tepung telur bekerja sama dengan BUMN. Proyek strategis ini ditargetkan rampung dalam satu tahun guna memperkuat industri dalam negeri sekaligus menghentikan ketergantungan pada impor tepung telur dari luar negeri. Melalui rangkaian kebijakan dari hulu ke hilir ini, diharapkan kesejahteraan peternak terjaga dan harga pangan tetap stabil bagi masyarakat.








Tinggalkan komentar