politicanews.id – Kabupaten Gresik tengah bersiap melakukan lompatan ekonomi besar melalui penyelesaian pembangunan ratusan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Hingga pertengahan Oktober 2026 tercatat sebanyak 259 gerai telah rampung berdiri dari total target yang ada. Langkah masif ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Timur tersebut.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa pembangunan fisik gerai hanyalah langkah awal dari sebuah misi besar. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh koperasi tersebut tidak sekadar menjadi bangunan mati melainkan mampu beroperasi secara produktif. Keberhasilan program ini nantinya akan diukur dari sejauh mana koperasi mampu menjalankan roda bisnis yang nyata dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Data terbaru menunjukkan dinamika pembangunan yang cukup progresif di lapangan. Dari total 356 koperasi yang sudah mengantongi badan hukum yang terdiri dari 330 koperasi desa dan 26 koperasi kelurahan saat ini 259 gerai telah selesai. Sementara itu enam gerai lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan 91 gerai sisanya masih menunggu jadwal pembangunan.

Related Post
Pemerintah Kabupaten Gresik tidak main-main dalam mempersiapkan kematangan operasional. Sebanyak 190 KDKMP telah masuk dalam daftar prioritas untuk menjalani proses verifikasi serta validasi kesiapan. Proses ini dilakukan secara ketat dengan merujuk pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa atau SIMKOPDES serta melibatkan rekomendasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara Persero.
Untuk mempercepat realisasi program ini pemerintah daerah mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah kecamatan desa hingga dukungan dari aparat TNI dan Polri menjadi kunci utama dalam memastikan transisi dari pembangunan menuju operasional berjalan mulus.
Selain infrastruktur kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Asluchul Alif menekankan bahwa profesionalisme manajer koperasi adalah jantung dari keberlanjutan usaha. Para pengelola dituntut mampu membaca potensi ekonomi lokal menyusun strategi bisnis yang cerdas hingga membangun kemitraan yang luas. Dengan tata kelola yang akuntabel koperasi diharapkan mampu menjadi wadah bagi produk unggulan desa sekaligus memperluas pasar bagi pelaku UMKM serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Gresik.










Tinggalkan komentar