politicanews.id – Langkah strategis PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI kini tengah menjadi sorotan tajam para ahli. Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan lembaga ini bukan terletak pada seberapa besar profit yang diraih melainkan pada ketatnya pengawasan serta transparansi dalam setiap transaksi perdagangan komoditas.
Herry memberikan peringatan keras agar DSI tidak terjebak dalam ambisi menjadi pemain bisnis semata. Menurutnya fokus utama entitas ini seharusnya adalah menutup celah kebocoran ekspor sumber daya alam seperti batu bara minyak sawit hingga ferro alloy yang memiliki nilai perdagangan sangat fantastis. Jika DSI justru sibuk mengejar peran sebagai eksportir maka misi utama untuk memperkuat tata kelola perdagangan nasional justru terancam gagal.

Sistem pengawasan yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai modus kecurangan perdagangan internasional. DSI dituntut mampu menyatukan data transaksi mulai dari volume komoditas hingga harga pasar global secara akurat. Hal ini sangat krusial untuk mendeteksi adanya praktik manipulasi harga atau under-invoicing serta transfer pricing yang selama ini kerap merugikan pendapatan negara secara signifikan.

Related Post
Keberadaan DSI diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan dalam menjaga kekayaan alam Indonesia agar tidak menguap begitu saja akibat lemahnya pengawasan. Dengan sistem satu pintu yang transparan diharapkan setiap anomali dalam transaksi ekspor dapat segera teridentifikasi sehingga penerimaan negara tetap terjaga secara optimal.










Tinggalkan komentar