politicanews.id – Pasar otomotif di Australia tengah mengalami pergeseran besar yang tidak terduga. Kendaraan berbahan bakar bensin yang selama ini mendominasi jalanan kini mulai ditinggalkan oleh konsumen. Berdasarkan laporan terbaru dari Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), angka penjualan mobil bensin merosot tajam hingga 36,2 persen secara tahunan pada September lalu.
Fenomena ini tidak hanya menimpa mobil bensin, tetapi juga menyasar kendaraan diesel yang penjualannya ikut anjlok sebesar 18,4 persen. Penurunan drastis ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Australia mulai beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, lonjakan luar biasa justru terjadi pada sektor kendaraan listrik. Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan jenis plug-in hybrid melonjak lebih dari dua kali lipat. Data menunjukkan bahwa BEV berhasil menguasai 24,2 persen pangsa pasar kendaraan baru, sebuah angka yang hampir menyamai rekor tertinggi bulan sebelumnya. Tren positif ini telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut di mana kendaraan listrik konsisten menyumbang minimal 20 persen dari total penjualan.

Related Post
Menariknya, dominasi produsen otomotif di Australia juga mengalami perubahan sejarah. Tiongkok kini muncul sebagai pemasok utama kendaraan di Australia dengan pangsa pasar mencapai 35,5 persen, menggeser posisi Jepang yang telah berkuasa selama hampir tiga dekade.
Salah satu pemain kunci dalam perubahan ini adalah BYD asal Tiongkok. Performa merek ini sangat fenomenal dengan mencatatkan penjualan sebanyak 76.614 unit sejak awal tahun hingga September, atau melonjak 102 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pergeseran ini menandai babak baru dalam peta persaingan otomotif global di Negeri Kanguru.










Tinggalkan komentar